Waspada saat melakukan perawatan kecantikan ini

Waspada saat melakukan perawatan kecantikan iniSemua wanita pasti senang mengunjungi salon kecantikan untuk perawatan tubuh, tetapi bila salon juga bisa jadi tempat yang membahayakan kesehatan?
Ada beberapa perawatan kecantikan yang bisa menyebabkan masalah serius pada kesehatan, seperti seluliti (penyebaran infeksi bakteri ke dalam kulit dan jaringan bawah kulit), infeksi jamur dan bahkan bisa juga terkena kanker.  Berikut ada beberapa perawatan yang berbahaya dan cara menghindarinya.
1. Ear Candle atau Terapi Lilin untuk Telinga
Penumpukan kotoran pada telinga yang berlebih dapat mengakibatkan tidak nyaman.  Karena telinga harus rutin dibersihkan.  Salah satunya adalah ear candle, yang dianggap dapat membersihkan dan dipercaya dapat meningkatkan pendengaran.
Tetapi para ahli justru memberi peringatan bahwa ear candle dapat berbahaya dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti luka bakar, penyumbatan saluran telinga dan perforasi atau lubang pada gendang telinga.
Beberapa ahli kesehatan menyarankan agar tidak melakukan ear candle untuk membersihkan telinga.  Sebagai ganti dari ear candle, dapat menggunakan cairan peroksida (H202) untuk membantu mengeluarkan kotoran atau bisa juga pergi ke dokter THT setiap 3-4 bulan sekali.  Bila kotoran lunak, kotoran tersebut akan keluar dengan sendirinya dan menguap, cukup dibersihkan bagian luar telinga.
2. Manicure & Pedicure
Manicure dan pedicure juga termasuk perawatan kecantikan dengan resiko bahaya kesehatan paling tinggi.  Jamur, bakteri, dan penyakit hepatitis C dapat tertular lewat penggunaan peralatan manicure dan pedicure yang tidak bersih atau terapis yang ceroboh.
Sebaiknya perhatikan dengan teliti peralatan manicure yang digunakan.  Sebelum melakukan manicure dan pedicure pastikan terapis mensterilkan peralatannya di hadapan anda.  Bisa juga membawa peralatan manicure dan pedicure sendiri.
3. Waxing Alis
“Selain dapat meningkatkan resiko alis yang tidak sesuai dengan bentuk wajah dalam kurun waktu yang panjang, waxing juga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada folikel rambut, sehingga membuat rambut jadi sulit untuk.”  Ujar Jessica Krant, penemu Art Of Dermatology di New York.
Waxing alis juga dapat meningkatkan resiko terkena luka bakar dari lilin yang terlalu panas, kulit yang terkelupas karena waxing yang terlalu kuat dan infeksi akibat masuknya bakteri setelah melakukan waxing.  Bahaya waxing semakin terasa ketika menggunakan krim retinoid (kandungan dalam krim untuk penghilang jerawat dan kerutan) karena dapat membuat kulit gampang lecet dan terbakar.
Untuk terhindar dari resiko tersebut, pilih perawatan wax dan terapis yang professional dan memilih wax berbasis krim karena lebih lembut dan terhindar dari luka sobek.
4. Bikini Waxing
Bikini waxing merupakan cara untuk menghilangkan bulu menggunakan lilin pada daerah bikini line.  Proses bikini wax tidak lama, kurang dari dua jam sudah dapat menghilangkan bulu – bulu yang mengganggu.
Tetapi bikini waxing mempunyai efek negatif.  Di New Jersey melarang bikini wax setelah adanya laporan dua wanita masuk rumah sakit karena bikini wax.  Tahun 2007, seorang wanita Australia mengidap diabetes 1, dilaporkan hampir meninggal akibat infeksi bakteri yang didapat setelah melakukan bikini wax.
“Terdapatnya bulu kemaluan ada sebuah alasan, untuk melindungi kulit sensitif dan selaput lendir pada daerah kelamin.  Mencabut bulu menggunakan lilin dapat mengangkat lapisan perlindungan tersebut.” Ujar Linda K. Franks dermatologi di New York.
Waxing juga dapat menarik potongan kecil lapisan kulit terluar, dan menciptakan sebuah portal yang dapat membuat bakteri masuk dalam tubuh.  Proses ini juga dapat menimbulkan peradangan yang membuat bakteri terperangkap di bawah kulit.  Bikini waxing dapat meningkatkan resiko infeksi kulit, rambut tumbuh ke dalam kulit dan folliculitis (infeksi pada folikel rambut).
Bila akan melakukan waxing, memastikan terapis membersihkan tangannya terlebih dahulu.  Mencelupkan spatula pada cairan lilin sebanyak dua kali tidak diperbolehkan, karena akan memasukkan bakteri ke dalam panci.  Terapis juga memiliki persediaan spatula baru untuk digunakan setiap kali mengoleskan lilin ke kulit.  Terapis harus selalu memeriksa suhu lilin sebelum mengoleskan ke kulit untuk mencegah luka bakar.
5. Facial
Terapis yang tidak professional saat melakukan facial dapat menyebabkan masalah wajah yang serius, seperti kulit terbakar atau infeksi.  Para ahli menyarankan untuk menghindari penggunaan obat kimia yang terlalu kuat karena dapat merusak kulit dan berpotensi menyebabkan bekas luka.

Incoming search terms:

  • perawatan kozui