Tips Diet Untuk Menangkal Batu Ginjal

Tips Diet Untuk Menangkal Batu GinjalGagal batu ginjal adalah salah satu penyakit yang ditakuti karena dapat menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa pada saat kambuh.  Banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi atau mempermudah seseorang yang terkena batu ginjal, seperti jenis kelamin, keturunan, faktor umur, lingkungan dan adanya kelainan pada metabolisme tubuh.

Dapat juga pada makanan yang tidak seimbang gizinya dapat terbentuknya batu ginjal.  Mengkonsumsi bahan makanan yang kaya kalsium, protein hewani, oksalat, dan garam secara berlebih dapat meningkatkan resiko terkenanya bagu ginjal.  Sama halnya bila mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung purin dengan jumlah yang berlebihan.
Batu ginjal adalah masa padat seperti batu yang berupa mineral dan garam kristal yang terbentuk di ginjal atau saluran kemih.  Kaitannya dengan komponen makanan, terdapat empat tipe batu yang dapat terbentuk di ginjal, seperti batu magnesium ammonium fosfat, batu asam urat, batu kalsium (oksalat atau fosfat), dan batu sistin (cystine).  Sekitar 70 – 80% batu ginjal yang terjadi berupa batu kalsium oksalat, batu kalsium fosfat, bisa juga dengan kombinasi keduanya.

Membatasi Kalsium
Semakin tinggi mengkonsumsi kalsium, semaki tinggi ekskresi atau pembuangan sisanya yang sekaligus dapat menambah pembentukan kristalisasi garam kapur.  Bagi penderita yang menderita hiperkalsiura, yang dimana kadar kalsium pada darah normal tetapi ekskresi pada air kemih dapat mencapai 200 – 350 mg dan harus diberikan diet rendah kalsium dengan jumlah yang tidak lebih dari 500 – 600 mg perhari.
Dengan membatasi konsumsi kalsium berarti telah mengurangi konsumsi makanan yang mengandung kalsium tinggi seperti, sarden, keju, es krim, susu, sayur kol, loban dan salmon.  Jenis makanan ini mengandung kalsium lebih dari 100 mg per porsi. Misalnya pada satu cangkir susu yang mengandugn tidak kurang dari 250 mg kalsium.

Mengurangi Oksalat
Oksalat biasanya membentuk Krista dengan kalsium.  Oksalat pada air kemih berasal dari dalam tubuh, dari makanan yang dimakan dan dari hasil metabolisme vitamin C.  Walaupun dari makanan porsinya hanya 10% tetapi angka ini sudah cukup menuntut kewaspadaan kita untuk tidak asal menyantap makanan kaya oksalat.  Makanan yang tinggi oksalat adalah teh, kacang – kacangan, bayam, coklat.
Pada pasien batu ginjal (terutama penderita batu kalsium oksalat) sebaiknya melakukan diet rendah oksalat (40 – 50 mg perhari) dan mengkonsumsi vitamin C tidak lebih dari satu gram perhari.  Karena dapat mendorong terbentuknya oksalat pada tubuh, tetapi tidak boleh kekurangan vitamin B6 yang dapat memicu peningkatan produksi oksalat dalam tubuh.

Mengurangi Protein hewani
Pada protein hewani termasuk paling besar pengaruhnya terhadap kemungkinan terbentuknya batu ginjal.  Protein dapat meningkatkan ekskresi kalsium dan asam urat dalam air kemih yang kemudian diikuti dengan menurunnya pH urin yang terbuangnya sitrat.
Resiko akibat makandengan menu protein hewani yang berlebihan dapat diperberat bila pada saat bersamaan mengkonsumsi lemak dan garam dengan jumlah yang tinggi.  Sementara dari itu, kita kurang dalam menyantap makanan yang berserat tinggi yang mengandung fosfat, vitamin, dan magnesium.  Penderita batu kalsium sebaiknya mengkonsumsi tidak lebih dari 1,5 – 1,8 protein per kg berat badan perhari.

Membatasi Purin
Selain pada protein hewani, makanan yang mengandung purin adalah yang paling berpengaruh terhadap pembentukan batu ginjal.  Batu ginjal ini berupa campuran kalsium dan asam urat atau bisa juga hanya asam urat saja.  Sumber dari asam urat adalah dari dalam tubuh (endogen) dan dari makanan seperti, jeroan, daging, sea food, beras, gandum dan tepung – tepungan.
Membatasi garam
Setiap pada peningkatan 100 mg gram pada makanan dapat meningkatkan 25 – 30 mg kalsium dalam urin.  Keluarnya kalsium dari air kemih karena garam dapat mempermudahuntuk terbentuknya kristalisasi ikatan kalsium urat oleh natrium.  Dampak buruk lain akibat dari mengkonsumsi garam berlebih adalah menurunnya keluaran sitrat, ternyata zat ini penting untuk menghambat terjadinya kristalisasi.

Sebaiknya bagi penderita batu kalsium dan asam urat tidak memakan garam lebih dari 1000 meq (sekitar 6 gram) setiap harinya.
Minum banyak air
Semakin kurang seseorang meminum air (air putih), semakin kurangnya air kemih yang terbentuk.  Pada keadaan ini dapat menyebabkan semakin tingginya derajat kejenuhan zat kandungan yang akhirnya dapat mempermudah terbentuknya batu ginjal.  Sebaiknya untuk meminum air putih yang banyak.

Disarankan sedikitnya meminum air putih dua hingga tiga liter perhari dan terbagi rata selama sehari.  Biasanya 35% penderita batu ginjal meminum air kurang dari satu liter perhari. Semua jenis minuman pada dasarnya boleh, kecuali susu, teh dan yang lainnya yang dapat menyebabkan ekskresi oksalat yang tinggi.

Incoming search terms:

  • makanan banyak mengandung magnesium ammonium fosfat
  • sayuran rendah oksalat