Tips Diet Penderita Asam Urat

Tips Diet Penderita Asam UratAsam urat memang telah dikenal masyaraakt sejak dahulu.  Bahkan Hipocrates telah menyebutkan tentang penyakit asam urat di tulisan – tulisannya.  Hipocrates menyebutkan bahwa penyakit asam urat dengan istilah gout yang berasal dari kata gutta yang berarti tetesan.  Penyakit asam urat timbul akibat dari tetesan jahat yang masuk ke dalam sendi.
Penyakit asam urat merupakan suatu bentuk gangguan metabolisme purin. Akibat dari gangguan ini, kadar asam urat (produk akhir metabolisme purin) pada darah menjadi berlebihan.  Pada penderita gout ini memproduksi asam urat sekitar 3 – 15 kali lebih banyak daripada dengan keadaan normal yang seharusnya (1000 mg/hari).  Penyakit asam urat ini kebanyakan di derita oleh pria yang diatas 40 tahun dan wanita yang telah menopause.
Penyakit asam urat memiliki gejala yakni nyeri sendi terutama di bagian jempol kaki yang kemudian merambah ke persendian kaki.  Awalnya serangan gout ini berlangsung selama beberapa hari dan setelah itu reda selama beberapa bulan.  Tetapi, kemudian serangan tersebut menjadi lebih sering, rasa nyeri yang luar biasa dan durasi waktu yang lebih lama. Terkadang rasa nyeri tersebut disertai dengan bengkak dan kaku pada sendi.
Diet Purin
Secara umum, kita tidak mungkin eliminasi purin pada diet sehari – hari karena hampir semua jenis makanan mengandung nucleoprotein yang merupakan asal dari purin.  Tetapi ada beberapa makanan yang menjadi prioritas untuk dihindari, karena memiliki kandungan purin yang tinggi.
Makanan yang mengandung purin tinggi adalah, ginjal, otak, jantung, hati, jeroan lainnya, kerang, sarden, remis, udang, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi dan makanan kaleng.  Makanan tersebut mengandung 150 – 800 mg purin setiap 100 gram.  Makanan yang mengandung purin sedang (50 – 150 mg/100 gram) adalah daging sapi, kerang, kacang – kacangan kering, bayam, asparagus, buncis, daun singkong, jamur, kembang kol, kangkung dan daun pepaya.  Pada penderita penyakit asam urat akut, sebaiknya dan sangat disarankan untuk melakukan diet purin sekitar 100 – 150 mg setiap harinya.
Diet Lemak
Mengkonsumsi lemak secara berlebih, sebaiknya tidak dilakukan karena lemak dapat mengganggu ekskresi asam urat.  Karena itu batasai konsumsi daging berlemak, mentega, margarine, santan atau makanan olahan dengan minyak.  Sebaiknya asupan lemak hanya sebanyak 15% dari keseluruhan kalori.  Pada orang sehat disarankan untuk mengkonsumsi lemak maksimal 25% dari keseluruhan kalori.  Pembakaran pada lemak menjadi kalori akan meningkatkan keton darah (ketosisi) dan hal ini dapat menghambat pembuangan asam urat melalui urin.
Karbohidrat dan Protein
Mengkonsumsi karbohidrat perlu untuk diperhatikan, karena karbohidrat memiliki kecenderungan untuk meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin.  Sebaiknya mengkonsumsi karbohidrat kompleks yang sangat disarankan.  Karbohidrat sederhana, seperti sirup, dodol, madu dan selai justru dapat meningkatkan asam urat.
Asupan protein disarankan secukupnya dan tidak berlebihan karena protein dapat merangsang biosintesis asam urat pada tubuh.  Beberapa makanan sumber protein yang dapat dikonsumsi adalah susu, telur dan keju.
Konsumsi banyak cairan
Sangatlah dianjurkan bagi penderita untuk mengkonsumsi banyak cairan seperti jus buah atau air putih.  Dalam hal ini dapat membantu pembuangan asam urat.  Sangat disarankan untuk mengkonsumsi air putih hingga 10 gelas sehari (2,5 liter).  Buah yang banyak mengandung air juga sangat penting, seperti melon, blewah, semangka, jambu air, dan belimbing.  Buah yang apabila di dalam saluran cerna diubah menjadi alkohol, sebaiknya dibatasi seperti nanas dan durian.
Hindari alkohol
Walaupun dipercaya bahwa mengkonsumsi alkohol dengan jumlah yang biasa tidak akan menyebabkan serangan penyakit asam urat, tetap dianjurkan bagi penderita penyakit asam urat akut sebaiknya tidak untuk mengkonsumsi.
Kontrol berat badan
Penderita obesitas yang menderita asam urat wajib untuk menurunkan berat badan secara bertahap.  Reduksi pada kalori secara mendadak dalam rangka untuk menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan.  Dalam hal ini akan menimbulkan ketonomia yang merupakan penyebab serangan. Keton dan asam urat saling bersaing untuk keluar dari tubuh melalui urin, dan asam urat yang kalah sehingga tetap tertahan dalam tubuh.