Rematik Disebabkan Kurang Vitamin D

Rematik Disebabkan Kurang Vitamin DVitamin D telah banyak dikenal bagi kesehatan pada tulang.  Bila kekurangan vitamin D, tubuh beresiko menderita berbagai macam penyakit mulai dari keroposnya tulang, kanker usus dan beberapa masalah kekebalan tubuh.  Para peneliti mengindikasikan bahwa vitamin D berkaitan dengan penyakit rematik, indikasi ini terlihat dengan tingginya kasus defisiensi vitamin D pada pasien yang dirawat pada klinik rheumatologi.
Pada penelitan di Irlandia, hampir tiga perempat pasien yang dirawat di klinik rheumatologi dengan berbagai macam keluhan seperti sakit otot, sendi, tulang dan tendon yang ternyata mengalami kekurangan vitamin D.
Dari penelitian di Irlandia tersebut, adanya kesimpulan setelah meneliti kasus defisiensi vitamin D pada pasien baru di klinik mereka antara bulan Januari hingga Juni 2007 dan hasil riset juga dipresentasikan dalam liga Uni Eropa melawan rheumatic di Paris.
Penelitian tersebut meneliti sebanyak 264 pasien yang didata dan 231 pasien diantaranya setuju untuk dijadikan responden serta menjalani beragam metode pengukurang Vitamin D.  Secara keseluruhan, ditemukan 162 pasien (sekitar 70%) yang memiliki kadar Vitamin D rendah dan 26% diantaranya dalam kondisi yang parah.  Perbedaan kecil terlihat dalam hasil prosentase pasien muda dan pasien tua yang mengalami defisiensi.
Defisiensi yang parah berpengaruh signifikan pada prosentase pasien yang mengalami berbagai macam keluhan seperti penyakit radang sendi, rematik, sakit pinggang, osteoporosis, dan arthritis. Defisiensi Vitamin D yang parah dapat meningkatkan resiko pengeroposan pada tulang atau osteoporosis dan pelembutan tulang (osteomalacia).  Defisiensi yang ringan hingga sedang dapat menimbulkan keluhan rematik yang tidak spesifik.