Mulut Mendeteksi Gejala Diabetes

Mulut Mendeteksi Gegala DiabetesPenderita diabetes menemukan penyakit diabetes setelah mereka memeriksa gigi mereka ke dokter gigi. Mereka mengalami gangguan pada rongga mulut. Gejala diabetes mellitus bermanifiestasi pada rongga mulut dan sering mengeluh gigi goyang, rongga mulut kering, bau mulut dan sulit menelan. Ciri tersebut ditemukan pada pasien menderita penyakit diabetes mellitus lanjut, tidak ada perbedaan antara penderita diabetes mellitus dengan yang tidak menderita pada fase awal.

Gejala tersebut timbul seiring perjalanan penyakit diabetes mellitus dapat terjadi sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Gejala yang ditimbulkan meliputi peningkatan lubang di gigi, peradangan jaringan pendukung gigi yang dapat menyebabkan gigi menjadi goyang, gusi berdarah, air liur menjadi berkurang, lichen planus, jamur, rongga mulut seperti terbakar, gangguan menelan atau mengecap. Lapisan kulit dalam (mukosa) tampak pucat dan rasa sakit menyeluruh pada gigi tanpa adanya rangsangan disertai perubahan warna. Gejala tersebut adalah rongga mulut penderita diabetes lanjut.

Gigi menjadi goyang adalah penyebab dari peradangan jaringan pendukung, gejala ini mudah sekali dikenali. Berkurangnya tulang dan terjadinya kerusakan disekitar akar gigi terjadi karena peradangan jaringan pendukung yang mengakibatkan gigi tidak stabil dan kemudan goyang. Goyangnya pada gigi tidak terjadi hanya satu gigi saja. Mulut kering, bau mulut tidak sedap, gangguan menelan serta rongga mulut terasa terbakar adalah gejala penderita diabetes mellitus dikarenakan produksi air liur berkurang. Pada penderita diabetes mellitus gejala yang mudah dikenali adalah bau mulut seperti bau aseton.

Gejala umum lainnya pada penderita diabetes mellitus adalah peningkatan frekuensi makan, peningkatan frekuensi buang air kecil, pengingkatan frekuensi minum. Gejala tersebut anda waspadai, apabila anda menemukan gejala seperti itu segera memeriksakan ke dokter.