Mengenal Infeksi Saluran Kemih

Mengenal Infeksi Saluran KemihInfeksi saluran kemih adalah salah satu dari penyakit saluran kemih yang wajib ditanggapi dengan serius.  Sakit pinggang yang luar biasa muncul secara tiba – tiba dan jangan dianggap remeh, terlebih bila rasa sakit itu menjalar ke perut bagian depan dan disertai dengan rasa mual, kembung dan muntah.
Bila merasakan gejala tersebut, sebaiknya konsultasikan ke dokter, karena bisa jadi menderita batu ureter atau batu pada saluran kemih. Bila gejala tersebut disertai dengan perdarahan sewaktu buang air kecil.
Penyakit batu ginjal merupakan salah satu penyakit saluran kemih yang sering dijumpai di bidang urologi dan disusul dengan gangguan pembesaran prostat pada pria dengan usia lanjut.
Pada penderita batu saluran kemih, seringkali tidak ditemukan gejala apapun, sehingga batu ginjal seringkali terdeteksi secara kebetulan melalui pemeriksaan USG.  Bahkan ditemukan ginjal yang sudah tidak berfungsi lagi. Dalam hal ini disebabkan batu ginjal yang cukup besar jarang menimbulkan keluhan karena batu dalam ginjal relatif tidak bergerak dan pada persepsi orang awam bahwa batu dapat dihancurkan dengan ramuan obat.
Pada batu yang masih kecil dapat masuk ke ureter dan dapat mengakibatkan sakit pinggang yang luar biasa (kolik) dan disertai dengan rasa mual.  Sebaiknya sakit pinggang tidak selalu sebagai tanda adanya batu di saluran kemih.  Sebenarnya hanya sebagian kecil penderita batu saluran kemih yang merasakan sakit disaat buang air kecil.
Infeksi pada saluran kemih dipengaruhi oleh umur dan jenis kelamin. Angka rasio kejadian infeksi saluran kemih pada anak – anak dilaporkan untuk rasio bayi laki – laki dan perempuan pada awal kelahiran bayi antara 3:1 dan 5:1.  Setelah masa bayi, anak perempuan lebih sering mengalami infeksi saluran kemih daripada laki – laki dengan rasio L/P 1:4 untuk infeksi yang simtomatis dan 1:25 untuk infeksi asimtomatis.  Prevalensi pada anak perempuan sekitar 3 – 5%, pada anak laki – laki 1%.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal, antara lain:
1. Kelainan metabolisme pada tubuh terhadap zat tertentu, misal pada asam uran dan kalsium.
2. Dehidrasi yang dapat mempengaruhi konsentrasi air kemih.
3. Kelainan pada ginjal dengan gangguan aliran air kemih.
Infeksi saluran kemih dapat berulang
Sekitar 65% pada penderita batu saluran kemih biasanya akan mendapatkan residif (terbentuknya batu kembali).  Batu saluran kemih terdiri dari beberapa macam jenis, seperti batu kalsium fosfat, batu asam urat, batu magnesium ammonium fosfat (batu infeksi), batu kalsium oxalate (oxalate monohydrate dan oxalate dehydrat), dan batu cistin.  Dari semua jenis batu tersebut, yang seringkali ditemukan adalah batu kalsium oxalate dan batu asam urat sekitar 20%.
Angka kambuh cukup tinggi yaitu pada anak perempuan 30% pada tahun pertama dan 50% dalam lima tahun kedepan.  Pada anak laki – laki angka kambuh sekitar 15 – 20% pada tahun pertama dan setelah umur satu tahun jarang ditemukan kekambuhan tersebut.  Infeksi saluran kemih yang terjadi nosokomial pada rumah sakit dilaporkan sebanyak 14,2% per 1000 penderita anak.  Dalam kasus ini terjadi biasanya karena pemakaian kateter urin dengan jangka yang panjang.
Wanita dewasa sangat rentan terhadap infeksi saluran kemih karena saluran uretra (saluran penghubung kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (3 – 5 cm).  Pada uretra laki – laki yang panjang, sepanjang penisnya, sehingga kuman sulit sekali untuk masuk.
Pengobatan
Bila timbul kolik yang hebat, biasanya pengobatan tidak cukup dengan obat penghilang rasa sakit secara diminum.  Untuk meredakan sakit kolik tersebut, injeksi obat penahan sakit seringkali dibutuhkan.  Bila keluhan membaik, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat kemungkinan adanya batu saluran kemih.
Hingga saat ini, satu – satunya cara yang paling efektif dalam pengobatan batu saluran kemih adalah mengeluarkan batu tersebut.
Pengobatan batu ginjal sekarang sudah semakin berkembang dan maju dengan adanya teknologi canggih yang disebut dengan ESWL (extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) yaitu dengan menghancurkan batu ginjal dari luar tubuh menggunakan gelombang kejut, sehingga pecahan batu dapat keluar bersama urin.  Hampir semua jenis pada batu ginjal dengan ukuran tertentu dapat diatasi dengan tindakan tersebut. Pada batu ureter, selain menggunakan tindakan ESWL dapat dilakukan penembakan dengan alat khusus yang disebut dengan Lhithoclast, khususnya untuk batu ureter di bagian bawah.
Penembakan batu ginjal termasuk tindakan yang cukup aman, efektif dan resiko yang jauh lebih kecil daripada dengan operasi yang dilakukan dengan bius total.  Untuk batu ukuran besar, sebaiknya untuk melakukan tindakan operasi.