Manfaat Kerokan

Manfaat KerokanKerokan adalah sebuah terapi pengobatan alternatif untuk gejala masuk angin yang sering digunakan orang Indonesia.  Cara ini biasanya dilakukan dengan menggaruk dan menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam hingga terbentuknya garis merah pada kulit.  Otot yang tegang terasa kendur kembali dan adanya sensasi relaksasi pada kulit.

Mitos tentang manfaat dari kerokan sehingga menjadi pilihan untuk melakukan terapi ini yang masih sering kita jumpai.  Oleh karena itu, kebiasaan ini masih bisa dinikmati dari berbagai golongan dan strata social.
Budaya kerokan, sudah ada sejak zaman kerajaan dulu.  Raja-raja dan petinggi kerajaan Nusantara banyak yang melakukan kerokan untuk kesehatan.  Kerokan ini digemari, karena rasanya yang manjur dan murah untuk sebuah penyembuhan penyakit.  Setelah kerokan, badan terasa lebih baik.  Hal ini disebabkan oleh suatu zat endorphin yang keluar dari proses kerokan tersebut.
Tidak hanya di Indonesia yang sering melakukan kerokan, tetapi di luar negeri mengenal kerokan tetapi berbeda dalam bentuk dan tekniknya.  Di Vietnam dikenal sebagai cao gio, Kamboja disebut goh kyol, Tiongkok disebut gua sha.  Karena menggunakan batu giok, dan terkenal dengan Jade Stone Therapy.
Penelitian tahap pertama yang dilakukan guru besar fakultas kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menyatakan bahwa hasil dari 390 responden yang berusia 40 tahun keatas yang mengembalikan kuesioner hampir 90% dan mengaku kerokan saat ‘masuk angin’
Pada tahap kedua, guru besar tersebut yang menjadikan dirinya menjadi obyek penelitian.  Guru besar tersebut mengerok pada bagian tangan lalu dibiopsi dan hasil penelitian di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan, tidak adanya kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar.  Jadi kerokan tidak merusak pori-pori kulit dan tidak menyebabkan pembuluh darah kecil dan halus pecah.  Melebarnya pembuluh darah hanya membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah menjadi bertambah.
Penelitian akhir adalah penelitian biomolekuler, yaitu pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Beberapa responden yang berjenis kelamin perempuan lebih suka kerokan dibandingkan dengan laki-laki.  Para responden dibagi menjadi dua kelompok untuk menjalani pemeriksaan darah.
Kelompok A kemudian dikerok, sedangkan kelompok B tidak dikerok.  Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada tiga hal yang diteliti, yaitu:
– Terdapat perubahan kadar endorphin
Kada endorphin pada orang yang dikerok naik signifikan, peningkatan tersebut membuat mereka merasa nyaman, rasa sakit hilang, bersemangat, dan lebih segar.
– Terdapat perubahan kadar prostaglandin
Kadar prostaglandin turun, tetapi zat ini dapat menyebabkan nyeri otot.  Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.
– Terdapat perubahan kadar Interleukin serta komplemen C1 dan C3
Terdapat perubahan komplemen C3, C1 dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan yang tidak signifikan.
Kerokan dapat bermanfaat untuk mendapatkan rasa nyaman dan menghilangkan rasa nyeri pada otot.  Tetapi seperti obat, tidak baik bila berlebihan.