Konsumsi Ikan Dapat Mencegah Kanker

Konsumsi Ikan Dapat Mencegah KankerBanyak makanan yang diketahui berperan penting dalam mencegah kanker adalah sayuran dan buah – buahan.  Pada kelompok ikan juga berperan untuk mencegah aterosklorosis dan penyakit jantung koroner.  Pada penelitian terbaru menunjukkan mengkonsumsi ikan ternyata berperan untuk mencegah munculnya beberapa jenis penyakit kanker.
Pada penelitian di Spanyol, melibatkan 10.149 sampel penderita kanker dan 7.990 orang kontrol.  Para sampel dan kontrol diambil dari berbagai penelitian case-kontrol terpadu di berbagai rumah sakit di Spanyol.  Satu kunci pertanyaan kepada responden adalah beberapa porsi ikan yang dikonsumsi setiap minggu dalam setahun lalu sebelum penyakit kanker mereka menjadi ganas.  Ada beberapa pertanyaan tentang aspek sisio-demografik, ciri – ciri umum dan kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan minum alkohol.  Responden dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu tidak mengkonsumsi atau kurang dari satu porsi, satu porsi (sekitar 250 gram) dan dua porsi atau lebih perminggu.
Dari hasil penelitian, ada beberapa yang menarik dari penelitian tersebut. Pertama, konsumsi ikan menunjukkan efek dari perlindungan terhadap serangan beberapa jenis kanker saluran pencernaan seperti kanker rongga mulut, lambung, usus besar, kerongkongan, farings, indung telur dan kanker pankreas.
Hasil kedua, adanya hubungan terbalik secara signifikan antara banyaknya porsi ikan yang dikonsumsi perminggu dengan kecenderungan munculnya kanker larings, kanker multiple myeloma (sumsum tulang) dan endometrium (dinding rahim).
Dari hasil ketiga ada kecenderungan yang tidak signifikan antara konsumsi ikan dengan kejadian kanker empedu, ginjal, prostat dan kanker limfoma. Hasil yang keempat tidak ada pola atau hubungan antara konsumsi ikan dengan kejadian kantung kemih, kanker payudara, hati dan kanker kelenjar gondok.
Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan, jumlah porsi ikan yang telah dikonsumsi baru bermanfaat untuk mencegah kanker bila dua porsi atau lebih dalam seminggu.  Pada konsumsi ikan satu porsi setiap minggu efeknya hampir sama dengan tidak mengkonsumsi ikan.  Hasil penelitian tersebut memberikan nilai tambah pada konsumsi ikan, pertama selain akan melindungi diri dari penyakit jantung dan pembuluh darah, konsumsi ikan juga dapat mencegah munculnya beberapa jenis kanker, terutama pada kanker yang menyerang saluran pencernaan.  Kedua, seseorang yang sedikit atau jarang mengkonsumsi ikan beresiko tinggi menderita penyakit jantung dan menderita kanker.
Efek dari perlindungan tersebut berasal dari kandungan berbagai macam zat ikan dalam ikan, antara lain kadar karbohidrat rendah, kadar lemak berefek positif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah, nilai dari protein bermutu tinggi dan termasuk protein komplit karena daya cerna tinggi dan kadar zat asam amino esensial lengkap.
Vitamin beragam dan kandungan mineralnya tinggi dan mudah diserap oleh tubuh.  Kandungan mineral seng, selenium dan beberapa mineral lainnya pada ikan diperlukan dalam sistem pertahanan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit, termasuk pada kanker.
Tergantung pengolahan
Berbagai zat gizi pada ikan tergantung dari cara memilih dan memproses pengolahannya.  Pilih ikan yang segar dan kalau bisa yang masih hidup. Ikan yang segar tampak pada dagingnya yang kenyal bila ditekan, sisiknya tidak mudah lepas dan tidak memiliki bau amis.  Bagian mata masih bening dan tidak cekung.
Ikan laut tinggi akan omega-3, mineral dan vitamin A dan D.  Pada ikan tawar terutama tinggi karbohidrat dan asam lemak omega-6.  Kedua jenis ikan ini merupakan sumber zat gizi yang bermutu.  Sering – sering untuk mengganti mengkonsumsi kedua jenis ikan tersebut guna saling melengkapi kekurangan zat gizi lainnya.
Ikan segar tersebut bersihkan lalu beri bumbu untuk dimasak sesuai dengan selera.  Proses memasak dengan cara digoreng atau dibakar dengan olesan mentega dapat meningkatkan kadar lemak sehingga tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering.
Ikan kaleng dan ikan yang diawetkan seperti ikan asin, tidak disarankan terlalu sering dikonsumsi.  Umumnya ikan yang telah diolah sedemikian rupa dengan penambahan zat pengawet dan adiktif yang dapat merusak nilai gizi ikan tersebut dan kesehatan pada konsumen.
Untuk mendapatkan kesehatan tubuh yang sehat, tidak hanya dari mengkonsumsi ikan, tetapi harus didukung oleh berbagai macam sayuran, minuman, buah – buahan, serelia dan melaksanakan gaya hidup sehat, berolahraga, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan narkoba. Yang terpenting adalah selalu berpikiran positif.