Kacang Merah Dapat Turunkan Kolesterol

Kacang Merah Dapat Turunkan KolesterolKacang merah tergolong pada kelompok kacang polong dan satu keluarga dengan kacang hijau, kacang uci, kacang tolo dan kedelai.  Kacang merah biasa dikonsumsi ketika sudah benar – benar masak seperti kacang kering. Kacang merah termasuk salah satu kacang polong kering yang terkenal di dunia dan negara Indonesia.
Kacang merah kering merupakan sumber yang dapat dipercaya untuk karbohidrat kompleks, sarat vitamin B (terutama pada asam folat dan vitamin B1), fosfor, zat besi, protein dan kalsium.  Setiap 100 gram kacang merah kering yang direbus dapat mengandung protein sebesar 20% dari angka kecukupan protein yang dianjurkan bagi laki – laki dan perempuan 20 – 45 tahun.
Kacang merah kering menyumbang 75% asam folat dari angka kecukupan asam folat yang dianjurkan, pada kalsium 32%, fosfot 30%, vitamin b1 18% dan zat besi 28% dari angka kecukupuan yang dibutuhkan.  Selain itu, kacang merah sangat rendah natrium dan lemak, hampir bebas lemak jenuh dan bebas kolesterol.
Pada protein kacang merah hampir sama banyak dengan daging.  Meskipun protein nabati yang ada pada kacang merah tergolong protein tidak lengkap, kacang merah dapat dilengkapi dengan mengkonsumsi dengan padi – padian, susu atau dengan sejumlah daging keci.
Penderita Hiperkolesterolmia
Selain kaya asam folat, kacang merah merupakan salah satu sumber serat yang unggul. Setiap 100 gram kacang merah kering dapat menyediakan serat sekitar 4 gram, yang terdiri dari campuran serat larut dan tidak larut pada air.  Serat larut dapat menurunkan kolesterol konsentrasi kolesterol dan gula darah.
Pada penelitian menunjukkan bahwa diet dengan kaya serat yang berasal dari kacang polong, termasuk pada kacang merah dapat menurunkan kadar kolesterol darah hingga 10% bagi penderita hiperkolestrolmia (seseorang yang memiliki kadar kolesterol darah berlebih).  Serat yang larut air difermentasikan dalam usus besar dan akan menghasilkan asam – asam lemak rantai pendek yang dapat menghambat sintesis kolesterol hati.
Selain dari itu, kacang merah memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, sekitar 22 – 23.  Indeks glikemik adalah indeks untuk mengukur efek makanan terhadap kenaikan konsentrasi gula darah.  Indeks glikemiks merupakan suatu peringkat dari 0 hingga 100 yang menghitung kenaikan gula darah setelah makan satu porsi makan yang menyumbang karbohidrat sebanyak 50 gram.
Pada kacang merah dicerna secara lambat, yang dapat menyebabkan gula darah meningkat dengan perlahan sehingga insulin hormone pengatur metabolisme karbohidrat yang dibutuhkan lebih sedikit daripada dengan kebanyakan makanan yang kaya karbohidrat.  Kacang merah dapat menjadi makanan bagi mereka yang menderita diabetes dan seseorang yang beresiko tinggi mengidap penyakit diabetes.
Sisi buruk kacang merah
Selain memiliki komposisi zat gizi yang dapat menguntungkan kesehatan, kacang merah mengandung beberapa komponen non gizi yang secara tradisional dianggap sebagai zat anti gizi yang bersifat menghambat penyerapan beberapa zat gizi dan bersifat merugikan keseshatan, seperti tannin, asam fitat, oligosakrida, tripsin inhibitor.
Asam fitat tergolong zat anti gizi, karena asam fitat membentuk ikatan kompleks dengan zat besi atau mineral lain.  Seperti pada magnesium, kalsium dan seng (zinc) berubah bentuk menjadi bentuk yang tidak larut dan sulit diserap tubuh.  Tannin dapat menghambat penyerapan zat besi dan dapat mengganggu kerja enzim sehingga terbentuknya ikatan kompleks protein – tannin.  Tannin inhibitor dapat menganggu pencernaan protein.
Pada oligosakarida, gula kompleks(rafinosa dan stakhiosa) yang tidak dapat dicerna oleh usus, dan bertanggung jawab terhadap produksi gas pada usus dan dapat menyebabkan perut kembung.
Zat anti gizi di atas memang memiliki efek yang dapat merugikan bagi kesehatan, tetapi pada penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat tersebut ternyata mempunyai efek menguntungkan bagi kesehatan.
Pada asam fitat, dapat menurunkan resiko kanker usus besar dan mungkin pada kanker payudara.  Rendahnya indeks glikemik pada kacang merah, selain berhubungan dengan faktor karbohidrat kompleks dan seratnya juga berkaitan dengan asam fitat dan tannin.
Pada oligosakarida dianggap dapat mempunyai efek serupa dengan serat yang larut pada usus, dia adalah prebiotik penting untuk memperbaiki flora bakteri pada usus besar sehingga dapat meningkatkan kesehatan, menurunkan resiko terkena kanker usus besar, dan memperpanjang umur.