Hilangkan Stress Dengan Makan

Hilangkan Stress Dengan MakanStress bisa datang kapan dan dimana saja tanpa diduga.  Gejala yang paling umum adalah lesu, mudah sakit dan lemah.  Dalam hal ini dikarenakan stress menguras persendian zat – zat gizi dalam tubuh.  Akibatnya sistem imun tubuh menjadi lemah, keseimbangan hormone menjadi terganggu dan beberapa keluhan pun timbul.
Stress biasanya dilampiaskan dengan berbagai cara, ada yang marah, menyendiri, bahkan banyak makan terutama makanan tinggi kalori seperti cake manis yang lezat.  Makanan seperti ini dapat membuat kita merasa tenang dan nyaman tapi bila terlalu banyak gula justru akan memperburuk kondisi stress.  Dalam hal ini kita akan merasakan tenaga yang sesaat. Setelah itu tubuh akan melepaskan insulinyang mempunyai dampak menurunkan kadar gula darah secara tepat sehingga kita kembali merasa lemas, sulit konsentrasi dan mengantuk.
Manakan yang dapat mengatasi stress tidak sulit dicari.  Makanan tersebut harus memiliki efek yang menenangkan seperti semangkuk sereal hangat. Pada makanan hangat dapat membantu meningkatkan kadar hormone serotonin, zat kimia di otak yang dapat mengendalikan, menyeimbangkan perasaan dan pikiran dan menenangkan.  Pilih makanan yang mengandung nutrisi yang dapat meningkatkan fungsi saraf.
1. KARBOHIDRAT
Karbohidrat merupakan penyedia tenaga yang baik untuk tubuh maupun otak tetapi karbohidrat dapat memicu otak melepaskan hormone serotonin, zat kimia di otak yang menimbulkan rasa relaks.  Salah satu gejala stress adalah perasaan cepat lelah dan mudah marah dapat ditimbulkan karena tubuh kekurangan karbohidrat.
Untuk memperoleh lebih banyak serotonin, sebaiknya konsumsi karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat.  Pada karbohidrat sederhana yang lebih cepat dicerna hanya akan membantu memulihkan stress dalam jangka waktu yang singkat.
Karbohidrat ada di roti gandum, beras merah, pasta dan sereal.
2. PROTEIN
Stress berkaitan dengan rendahnya produksi serotonin pada otak.  Untuk meningkatkan diperlukan makanan sumber protein.  Makanan seperti ini kaya akan asam amino triptofan.
Dalam tubuh, triptofan akan mendorong produksi hormone serotonin, protein juga membantu otak untuk memproduksi hormone dopamine dan norepinefrin.  Kedua hormone tersebut akan mendukung untuk menghadapi stress dengan cara memacu semangat.
Protein ada di daging, ikan, unggas, selai kacang dan susu kedelai.
3. OMEGA-3
Salah satu dari turunan lemak ini mempunyai fungsi untuk mencegah peningkatan kadar kortisol sehingga jumlah pada hormone stress ini akan tetap terkontrol.  Omega-3 juga memiliki peran dalam pengeluaran serotonin yang dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik.  Bila anda stress sebelum melarikan diri ke makanan yang tidak sehat yang tinggi kalori, sebaiknya coba mengatasinya dengan mengkonsumsi makanan kaya omega-3.
Nutrisi omega-3 ada di tuna, dan salmon.
4. VITAMIN B
Pada vitamin B terutama B1 (tiamin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin, dan B12 (cyanoco-balamin) yang banyak digunakan tubuh untuk metabolisme protein, lemak dan karbohidrat.
Tanpa adanya vitamin B, makanan yang anda makan tidak bisa diubah menjadi tenaga.  Yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kerja saraf, seperti kurang bersemangat, sulit konsentrasi, rasa pegal, dan detak jantung meningkat.  Hal ini mirip dengan gejala stress. Dengan adanya tambahan vitamin B, gejala tersebut dapat diatasi sehingga dampak dari sters yang lebih jauh seperti penurunan berat dapat dikurangi.
Nutrisi pada vitamin B ada pada daging sapi, susu, ikan, unggas, hati, pisang, kacang polong, sereal, kentang, wortel, dan anggur.
5. VITAMIN C
Kondisi stress dan marah akan menguras banyak kandungan vitamin C pada tubuh dan bahkan marah – marah akan menguras vitamin C sebanyak 2500 mg yang setara dengan lima kg jeruk.  Suplementasi vitamin C akan membantu tubuh untuk menghentikan pelepasan hormone kortsol.  Selain menyebabkan stress, hormone kortisol juga dapat melemahkan sistem imun pada tubuh sehingga akan membuka pintu terhadap serangan flu dan penyakit lainnya.  Anda akan menghadapi masa berat yang memiliki potensi memicu stress seperti presentasi besar dan ujian.  Di sarankan untuk meningkatkna asupan vitamin C hingga 1000 mg/hari.
Vitamin C ada pada tomat, brokoli, jambu biji dan jeruk.
6. VITAMIN E
Stress dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah, anda dapat mengatasi dengan vitamin E yang mempunyai kemampuan meningkatkan sistem imun tubuh, vitamin E juga dikenal dengan antioksidan kuat yang memiliki kemampuan untuk melawan radikal bebas yang umumnya dilepaskan tubuh saat menanggapi stress.  Antioksidan ini juga dapat membantu mengubah asam amino triptofan menjadi serotonin.
Vitamin E ada pada almond, kacang hijau dan kubis.
7. KALSIUM
Selain untuk membangun tulang, kalsium membantu untuk mengatur tekanan darah, pada penderita tekanan darah tinggi, kalsium yang masu ke dalam datah akan menurunkan kekentalan darah.  Kondisi ini sangat baik karena tekanan darah akan terjaga tetap normal.  Tekanan darah stabil dapat membantu mencegah stress dan menimbulkan perasaan rileks dan memudahkan tubuh beristirahat.
Kalsium ada di ikan teri, keju, sarden, brokoli dan susu.
8. MAGNESIUM
Saat stress tubuh menggunakan lebih banyak magnesium daripada kondisi normal.  Semakin banyak kortisol yang masuk, semakin banyak mangnesium yang terkuras.  Kekurangan zat magnesium ditandai oleh gejala kelelahan, ketegangan otot, dan sakit kepala.  Sebaiknya konsumsi magnesium 800 mg/ hari saat stress melanda.
Magnesium ada pada kacang kedelai, ikan salmon dan sayur bayam.
9. ZAT BESI
Penderita stress yang mengalami sulit makan juga akan kekurangan zat besi dan zinc.  Hal ini akan memperburuk daya tahan tubuh untuk menghadapi serangan penyakit.  Zat besi dari hewani disebut dengan heme-iron dapat diserap lebih baik daripada zat besi nabati, nonheme-iron.  Akan menjadi lebih baik lagi bila makanan sumber zat besi dikonsumsi bersama – sama dengan makanan sumber vitamin C seperti buah – buahan dan sayuran.
Zat besi ada pada hati, daging sapi, telur dan bit.
10. ZINC
Mineral ini dapat meningkatkan kemampuan otak untuk menyimpan memori, otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi.  Di saat stress, umumnya juga akan kehilangan kemampuan untuk konsentrasi sehingga kebutuhan mineral, seng menjadi meningkat.  Seng digunakan untuk metabolisme asam lemak dan memproduksi serotonin.
Zinc ada pada susu, ikan, buncis, wijen, gandum, dan kacang – kacangan.

Incoming search terms:

  • bila stress kita akan makan