Gula Darah Turun Saat Olahraga

gula darah turun saat olahraga

Pada seseorang dengan penyakit diabetes mellitus, penurunan kadar gula dalam darah merupakan masalah paling umum dihadapi ketika memulai latihan fisik atau olahraga.  Hal ini mendapat perhatian khusus bagi yang mengkonsumsi obat penurun gula darah atau insulin.  Hipoglikemia didefinisikan sebagai kadar gula darah sangat relatif (<70mg/dl) pada suatu kasus terjadi penurunan kadar gula dengan tiba – tiba akibat olahraga, seseorang dapat menunjukkan gejala hipoglikemia walaupun kadar gula darahnya tidak rendah.  Gejala yang umum terjadi pada saat hipoglikemia yaitu:

  • Gemetar
  • Lemah
  • Berkeringat tidak normal
  • Gelisah, cemas
  • Rasa kesemutan di mulut dan jari
  •  Rasa lapar
  •  Gejala pada sistem saraf meliputi sakit kepala, gangguan penglihatan, kebingungan, amnesia, kejang, dan bahkan kehilangan kesadaran.

Beberapa hal yang harus diperhatikan bagi penderita diabetes yang ingin memulai olahraga dapat meminimalkan resiko hipoglikemia yaitu:

  • Memantau kadar gula darah sebelum dan sesudah olahraga, khususnya saat ia baru akan memulai atau memodifikasi program olahraga yang diikuti.
  • Pemilihan waktu melakukan olahraga sebaiknya dipertimbangkan dengan baik, khususnya pada seseorang dengan diabetes yang mengkonsumsi obat.  Olahraga tidak dianjurkan pada puncak dari kerja obat tersebut, olahraga sebelum tidur tidak dianjurkan.  Bila keadaan itu tidak dapat dihindari konsumsi karbohidrat lebih tinggi daripada biasanya untuk meminimalkan resiko hipoglikemia pada saat tidur.  Sebaiknya jadwalkan olahraga di waktu yang kurang lebih sama setiap hari.
  • Menyesuaikan asupan karbohidrat dan atau obat sebelum dan sesudah olahraga berdasarkan kadar gula darah dan intensitas latihan.  Bila kadar gula darah sebelum dan sesudah latihan < 100mg/dl, 20 hingga 30 gram karbohidrat tambahan harus dikonsumsi.
  • Bagi seseorang yang menggunakan injeksi insulin, sebaiknya menghindari menginjeksi insulin ke bagian tubuh yang akan dipakai untuk olahraga.  Gunakan lokasi menginjeksi di perut anda.
  • Ajak teman atau berpasangan pada saat akan olahraga.  Untuk mengurangi resiko terjadinya masalah yang diasosiasikan dengan hipoglikemia.
  • Timbulnya dehidrasi akibat sering kencing pada seorang diabetes bukan hal yang aneh, karena seorang yang diabetes harus dianggap memiliki peningkatan resiko terhadap gangguan yang disebabkan oleh panas dan membutuhkan monitoring tanda dan gejala yang lebih sering.
  • Penderita diabetes mellitus dan komplikasi pada sistem saraf akan memiliki resiko terkena pelepasan retina dan perdarahan di bagian mata akibat latihan dengan intensitas berat.  Sebaiknya seseorang dengan retinopati diabetes menghindari intensitas yang tinggi.
  • Sering memperhatikan kaki dengan baik, supaya dapat terhindari dari luka atau ulkus diabetikum.  Perhatian khusus harus diberikan supaya mencegah luka seperti menjaga kaki biar tetap kering dan penggunaan midsole dari kaos kaki dan silica gel.

Seseorang yang mengalami diabetes juga memiliki gangguan lainnya, seperti obesitas atau penyakit kardiovaskuler.  Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan dokter adalah cara yang paling baik sebelum melakukan latihan fisik sangat penting untuk indentifikasi hal ini dan untuk pertimbangan sebelum memulai program olahraga tertentu.