Gejala Tingginya Kadar Kolesterol

Gejala Tingginya Kadar KolesterolPemeriksaan kadar kolesterol sebaiknya dilakukan secara rutin untuk terus memantau kesehatan secara menyeluruh.  Tetapi selain melalui pemeriksaan darah, ada tanda fisik yang dapat dicermati untuk mendeteksi tingginya kadar kolesterol total dalam darah.
Berikut beberapa gejala untuk mendeteksi tingginya kadar kolesterol yang perlu diwaspadai.
1. Sering pusing belakang kepala
Rasa pusing di bagian belakang kepala diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah di sekitar kepala.  Penyumbatan ini terjadi karena kolesterol yang mulai membentuk plak di pembuluh darah.  Bila dibiarkan, pembuluh darah ini akan pecah dan dapat menyebabkan stroke.
2. Tengkuk dan pundak pegal
Rasa pegal di bagian tengkuk dan pundah menjadi implikasi dari aliran darah yang tidak lancar pada pembuluh darah di bagian tersebut.  Aliran darah yang tidak lancar disebabkan adanya penyumbatan pembuluh dari kolesterol.
3. Sering pegal di tangan dan kaki
Pembuluh darah di bagian tangan dan kaki juga dapat tersumbat akibat dari penumpukan kolesterol.  Rasa pegal di tangan dan kaki akibat dari penumpukan kolesterol yang biasanya terjadi secara terus – menerus meskipun seseorang tidak melakukan aktivitas terlalu berat.
4. Sering kesemutan di tangan dan kaki
Hampir sama dengan rasa pegal, rasa kesemutan merupakan salah satu implikasi dari aliran darah yang tidak lancar pada bagian tubuh tertentu. Rasa kesemutan berhubungan dengan saraf yang tidak mendapatkan aliran darah.
5. Dada sebelah kiri seperti tertusuk
Pada bagian dada sebelah kiri berhubungan dengan organ pemompa darah yaitu jantung.  Penyumbatan pembuluh darah di daerah jantung dapat mengakibatkan rasa nyeri seperti ditusuk dan rasa nyeri tersebut bisa menjalar hingga ke daerah sekitar leher.  Rasa nyeri di bagian dada juga bisa menjadi salah satu tanda dari serangan jantung.
Waktu yang tepat melakukan pemeriksaan kadar kolesterol.
Pemeriksaan kadar kolesterol sebaiknya dilakukan sejak memasuki usia 20 tahun.  Pemeriksaan kolesterol sebaiknya segera dilakukan, karena kolesterol tidak mudah untuk dideteksi dengan pemeriksaan luar saja. Pemeriksaan rutin terhadap kadar kolesterol sebaiknya dilakukan pada orang yang beresiko karena riwayat keluarga menderita kolesterol, penyakit jantung, atau darah tinggi.
Lebih cepat memeriksakan diri, lebih baik untuk mencegah penyakit. Semakin bertambahnya umur, umumnya tumpukan kolesterol di dalam tubuh akan semakin tebal yang dapat meningkatkan resiko stroke dan serangan jantung dan bahkan dapat membahayakan nyawa.  Untuk orang yang beresiko tinggi terhadap kolesterol, melakukan pemeriksaan setiap setahun sekali atau sebulan sekali.  Untuk orang yang meminum obat atau menjalani terapi karena masalah kolesterol, melakukan pemeriksaan antara satu hingga tiga bulan.
Pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan setiap hari, seminggu sekali, atau bisa juga dua minggu sekali karena pemeriksaan kadar kolesterol yang dilakukan dengan jarak kurang dari tiga minggu akan menghasilkan data yang kurang akurat, ada kemungkinan keadaan kondisi kolesterol dalam darah masih sama dengan kondisi yang sebelumnya. Sebaiknya pemeriksaan kolesterol dilakukan dengan jarak satu bulan dengan pemeriksaan sebelumnya.
Pada seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal bila ukurannya 160 – 200 mg, pada kondisi yang berhaya bila diatas 240 mg.
Itu tadi beberapa gejala tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dan tips melakukan pemeriksaan kadar kolesterol yang berguna bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kadar kolesterol.  Semoga artikel diatas dapat membantu anda untuk terhindar dari kolesterol dan bagi anda yang terkena penyakit yang diakibatkan kolesterol, semoga lekas sembuh.