Deteksi Stroke dengan F-A-S-T

Deteksi Stroke dengan F-A-S-TStroke dapat menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan semua berpotensi terserang stroke.  Empat langkah untuk mengetahui apakah terkena stroke atau tidak.  Empat langkah ini adalah F-A-S-T

F-A-S-T adalah kepanjangan dari face dropping, Arm Weakness, Speech Difficulty and Time to Call.  Langkah tersebut dapat digunakan untuk membantu mengetahui secara cepat apakah beresiko stroke atau tidak.  Cara ini dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain yang membutuhkan beberapa menit.

F (Face Dropping) dapat disebut dengan senyum tidak simetris atau senyum agak miring.  Anda dapat mencoba senyum di cermin, apakah senyum anda simetris atau tidak, bila tidak simetris ada kemungkinan terkena stroke.

A (Arm Weakness) disebut juga dengan tangan lemah atau mati rasa pada satu tangan.  Cara mengetahuinya, angkat kedua tangan secara bersamaan ke atas, bila salah satu tangan terjatuh ada kemungkinan terindikasi penyakit stroke.

S (Speech Difficulty) disebut juga dengan sulit berbicara.  Untuk mengetahui gejala ini, anda dapat mengatakan dan mengulangi satu kalimat sederhana dengan jelas.  Bila kalimat anda sulit dimengerti orang lain bisa juga anda ada kemungkinan terkena stroke.

T (Time to Call) disebut juga dengan waktunya untuk menelepon dokter atau rumah sakit untuk mengecek kondisi lebih lanjut mengenai gejala-gejala stroke dan jangan lupa untuk memberitahukan munculnya gejala awal.

Selain gejala diatas, ada beberapa gejala stroke yang lainnya, yaitu:

  1. Mati rasa mendadak atau kaki terasa lemas.
  2. Sulit untuk mengerti atau memahami sesuatu dan sulit konsentrasi.
  3. Sulit untuk melihat satu titik dengan kedua mata.
  4. Sulit berjalan, terasa pusing, dan hilang konsentrasi.
  5. Sakit kepala luar biasa secara tiba-tiba dan tanpa sebab.

Beberapa gejala diatas adalah gejala yang perlu diwaspadai.  Stroke disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otak yang terhambat, oleh karena itu menyebabkan otak tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen yang menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.

Stoke dibagi menjadi dua, yaitu stroke iskemik dan hemoragik. Penyebab stroke iskemik adalah stroke yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi, sedangkan hemoragik disebabkan oleh bocornya atau pecahnya pembuluh darah di dalam atau disekitar otak.

Para dokter melakukan x-rays atau CT scan untuk melihat kemungkinan adanya perdarahan pada otak.  Beberapa tes juga dilakukan untuk mengetahui letak darah beku, kebocoran dan seberapa parah kerusakan yang terjadi akibat stroke.

Bila anda beresiko atau menderita stroke, sebaiknya melakukan perawatan dengan tim dokter untuk menghindari serangan stroke yang lebih berat. Cara menghindari terjadinya stroke dengan melakukan pencegahan seperti:

  1. Mengontrol kolesterol
  2. Mengontrol berat badan dengan diet seimbang.
  3. Gaya hidup sehat
  4. Mengontrol tekanan darah
  5. Tidak merokok atau menghisap asap rokok.
  6. Mengkonsumsi aspirin supaya mengencerkan darah sesuai dengan petunjuk dokter
  7. Olahraga teratur

Incoming search terms:

  • deteksi/stroke dengan fast