Cara Menghindari Serangan Stroke

Cara Menghindari Serangan StrokeStroke adalah serangan otak yang muncul secara mendadak akibat dari tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah otak (infrak serebral). Penyakit stroke ditandai dengan kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran pada darah dan oksigen ke otak.  Berkurangnya aliran daarh dan oksigen ini disebabkan adanya penyumbatan, pecahnya atau penyempitan pada pembuluh darah. Penyumbatan ini berasal dari kolesterol dan hipertensi.
Penyakit stroke adalah penyeba utama kematian di seluruh dunia setelah penyakit jantung dan kanker.  Di negara Indonesia, diperkirakan setiap tahun 500.000 orang terkena serangan stroke, sekitar 2,5% atau 12.500 meninggal dan sisanya mengalami cacat ringan ataupun berat seperti kelumpuhan permanen.
Kita dapat menghindari serangan stroke dengan melakukan tindakan mencegah dan membiasakan diri dengan menjalani gaya hidup yang sehat. Berikut beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk menghindari diri dari serangan stroke:
1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok
Kebiasaan merokok akan mempermudah terjadinya penebalan pada pembulu darah sehingga pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku, oleh karena itu dapat menyebabkan gangguan aliran pada darah.  Pada kebiasan merokok juga dapat menyebabkan aterosklerosis (pengerasan pada dinding pembuluh darah) dan membuat darah menjadi mudah untuk menggumpal.
Hasil penelitian menyatakan bahwa dengan menjauhi tembakau, akan mengurangi resiko terkena stroke hingga 33%. Sebaiknya hentikan rokok sekarang juga.
2. Periksa tekanan darah secara rutin
Tekanan darah tinggi bisa juga membuat pembuluh darah mengalami tekanan ekstra yang dapat memicu serangan stroke.  Meskipun tidak menunjukkan adanya gejala, mengecek tensi atau tekanan darah secara teratur adalah cara yang terbaik.
Untuk tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg.  Pada pemeriksaan tekanan darah didapat dua angka.  Angka yang lebih tinggi diperoleh saat jantung berkontraksi, angka yang lebih rendah diperoleh saat jantung berelaksasi.
3. Menjaga kadar kolesterol darah
Dengan mengendalikan kadar kolesterol menuju angka normal sangat bermanfaat untuk menurunkan resiko terkenanya penyakit stroke dan penyakit lain seperti jantung.  Target untuk menurunkan kadar kolesterol sebaga berikut:
• Kadar kolesterol darah total dibawah 200 mg/dl.
• Kadar kolesterol LDL dibawah 130 mg/dl (pada seseorang tanpa riwayat penyakit jantung koroner) atau dibawah 100 mg/dl (pernah terkena penyakit jantung, menderita diabetes, hipertensi dan merokok)
• Kadar kolesterol HDL di atas 35 mg/dl.
• Kadar trigliserida di bawah 250 mg/dl.
4. Batasi konsumsi makanan kolesterol tinggi
Mengkonsumsi makanan kolesterol tinggi dan penuh dengan asam lemak jenuh, seperti cookies, telur, mentega, jerohan, crackers, fastfod, atau makanan yang mengandung santan, seperti lemak babi/sapi, minyak kelapa secara berlebihan dapat menimbulkan aterosklerosisi atau pengapuran atau pengerasan pembuluh darah yang akan menghambat aliran darah menuju otak.
5. Kurangi garam
Makanan yang mengandung garam dapat meningkatkan tekanan darah, seperti telur asin, soda kue, sarden, otak, penggunaan vetsin (MSG), udang dan cumi.  Kurangi konsumsi garam sampai kurang dari 2,3 gram natrium atau 6 gram natrium klorida setiap harinya (disertai dengan asupan magnesium, kalsium dan kalium yang cukup).
6. Kurangi alkohol
Mengkonsumsi alkohol juga dapat menaikkan tekanan darah, mengurangi berarti menghindari dari tekanan darah tinggi yang menjadi salah satu penyebab stroke.  Saat ini ada rekomendasi meminum alkohol dengan batasan pada perempuan tidak lebih dari dua hingga tiga gelas sehari dan pada pria tiga hingga empat sehari.  Sebaiknya lebih baik tidak mengkonsumsi alkohol.
7. Atasi dan kendalikan stress dan depresi
Depresi dan stress dapat merangsang kelenjar anak ginjal untuk melepaskan hormone andrenalin dan memicu jantung untuk berdenyut lebih cepat dan lebih kuat, sehingga tekanan darah akan meningkat.  Bila tidak teratasi dapat menimbulkan masalah pada jangka panjang bagi kesehatan secara keseluruhan.
8. Olah raga teratur
Pada penelitian menunjukkan bahwa, mereka yang memulai latihan di usia antara 25 – 40 tahun, resiko terkena stroke berkurang 57%.  Pada mulai latihan di usia 40 – 55 tahun, memiliki kesempatan 37% lebih baik untuk terhindar dari penyakit stroke.  Latihan olahraga teratur sebaiknya dilakukan tiga kali seminggu (dengan durasi 30 – 45 tahun).
Itu tadi beberapa cara untuk menghindari serangan stroke.  Semoga dapat bermanfaat bagi anda yang ingin memulai atau melanjutkan hidup sehat.